Pada hari Sabtu 21 April 2012 lalu yang juga bertepatan dengan Hari
Kartini, kami Lingkungan St. Cornelius mendapat kesempatan untuk
berwisata rohani sekaligus rekreasi ke daerah Jawa Barat. Selain
mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, kegiatan ini juga bertujuan untuk
saling mempererat tali persaudaraan antar umat Katolik di St.
Cornelius. Dengan melihat beberapa pertimbangan akhirnya panitia
memutuskan untuk memilih Ziarah ke Goa Maria Tebar Kamulyan yang berada
di komplek Gereja Katolik Kristus Sang Penabur, Subang, Jawa Barat. Lalu dilanjutkan dengan rekreasi ke Gunung Tangkuban Parahu yang lokasinya tidak jauh dari Gereja Kristus Sang Penabur.
Sabtu
pagi yang cerah kami peserta Ziarek (Ziarah Rekreasi) sudah berkumpul
di depan Perumahan Grand Puri Laras. Bus besar "White Horse" sudah siap
membawa kami semua ke tempat tujuan. Tepat pukul 06:00 kami semua
memulai perjalanan dan tak lupa berdoa untuk meminta keselamatan agar
kami semua sampai tempat tujuan dengan selamat tanpa kekurangan apapun.
Setelah doa yang dipimpin oleh Ketua Lingkungan, kini Ketua Panitia
memberi informasi tujuan kami, waktu dan kegiatan apa saja yang akan
dilakukan pada hari ini. Setelah itu, kegiatan di bis diisi oleh mantan
Ketua Lingkungan terdahulu yang mengajak kami bernyanyi bersama. Lagu
sekolah minggu dan lagu-lagu menghibur kami sepanjang perjalanan.
Anak-anak yang berani bernyanyi pun diberi hadiah berupa kue donat, dan
buku cerita.

Jalan pada sabtu ini terlihat normal, kami
tidak mengalami kemacetan yang cukup berarti. Sampai keluar tol jalan
di Sadang pun tidak terlihat kemacetan. Beberapa kilometer lagi kami
sampai di Goa Maria Tebar Kamulyan tetapi polisi menghentikan jalan
kami, Ia mengatakan bahwa jalan ditutup karena ada pawai, lalu Ia
memberikan alternatif untuk jalan lain. Setelah kami ikuti, ternyata
lagi-lagi kami diberhentikan polisi yang mengatakan hal yang sama,
padahal itu adalah satu-satunya jalan yang harus kami lewati untuk
sampai ke Goa Maria Tebar Kamulyan. Akhirnya bis parkir di depan Wisma
Karya Subang sambil panitia meninjau seberapa jauh jarak yang ditempuh
bila berjalan kaki dari tempat kami berhenti sampai di Goa Maria Tebar
Kamulyan.
Lalu kami mendapat info bahwa kegiatan pawai ini dalam rangka
HUT
ke 64 Kabupaten Subang. Pawai ini pun diikuti oleh pelajar dan warga
Subang. Akhirnya panitia memutuskan untuk merubah susunan acara yang
sudah dibuat, yakni ziarah dipindah ke acara terakhir dan jadwal ziarah
diganti makan siang lalu dilanjutkan ke Tangkuban Parahu.
Bus
kami langsung meluncur ke Rumah Makan Ayam Brebes yang lokasinya tepat
di pinggir jalan raya. Kami pun langsung menyantap makanan yang
tersedia. Ada ayam goreng, tahu serta sambal dan lalapan yang menggugah
selera.
Setelah makan siang, kami langsung beranjak
menuju lokasi Tangkuban Parahu yang lokasinya hanya 15 menit dari
restoran Ayam Brebes. Karena bis tidak dapat sampai ke lokasi tujuan,
bis kami pun di parkir di tempat yang telah disediakan, lalu dilanjutkan
dengan mobil semacam mobil elf yang dapat membawa kita keatas. Jalan
terjal dan berliku pun kami lewati untuk sampai keatas. Tak sampai 10
menit kami pun sampai di lokasi Tangkuban Parahu. Setelah semua kumpul,
kami pun berfoto berrsama di depan papan Tangkuban Parahu lalu
dilanjutkan dengan acara bebas
Umat pun memanfaatkan acara bebas
ini dengan cara yang bermacam-macam, ada yang membeli topi kupluk,
oleh-oleh, cinderamata, naik kuda atau sekedar berfoto-foto. Semua pun
membaur menjadi satu. Waktu kembali berkumpul pun tiba, beberapa dari
kami mengatakan masih kurang puas dan menginginkan waktu tambahan. Tapi
apa boleh buat, waktu kami terbatas dan kami harus menghemat waktu agar
tidak kesorean sampai di Gua Maria Tebar Kamulyan yang semula ada
rencana/tujuan awal kami. Kebetulan, cuaca pun sudah turun hujan dan
kabut menutupi jalan. Jadi, sepertinya memang kami diharuskan pulang.
Bis kami pun kembali melaju ke Gua Maria Tebar Kamulyan, dan setelah
hampir 45 menit kami pun sampai dan langsung turun untuk beristirahat
sebentar lalu untuk meregangkan otot-otot. Sebelum ziarah kami pun
berfoto di depan Gereja.
Setelah berfoto bersama, kami pun memulai Jalan Salib. Jalan Salib
dipimpin oleh seksi acara dan para umat pun mengikuti dengan khidmat.
Setelah ke-14 pemberhentian kami lewati, kami masing-masing pun berdoa
di depan patung Bunda Maria untuk menyampaikan doa pribadi
masing-masing.
Sebelum kami menuju pulang kami
menyantap snack sore yang sudah disediakan oleh panitia dan beberapa
dari kami membeli keripik yang dijual di dalam lingkungan Gereja sebagai
oleh-oleh.
Waktu pulang tiba, kami naik ke bis dan melanjutkan perjalan pulang.
Jalan dalam kota menuju tol pun sedikit menghambat perjalanan kami
karena jalannya yang hancur sulit dilewati oleh beberapa kendaraan
sehingga terjadi kepadatan yang harus memelankan laju kendaraan. Di
dalam tol sendiri pun cukup padat mungkin karena hari ini adalah hari
weekend. Kami pun berhenti di rest area, untuk sejenak ke kamar mandi,
meregangkan otot, membeli coffe atau membeli oleh-oleh. Ada yang membeli
nanas, peyeum, kerupuk pasir dll, untuk dibawa pulang.
Sekitar
pukul 21:30 kami pun sampai di depan Perumahan Griya Puri Laras di
tempat awal kami kumpul. Sebelum kembali kerumah masing-masing Ketua
Panitia memberi kata penutup dan ucapan terimakasih dilanjutkan doa oleh
Ketua Panitia. Rencana yang sudah di persiapkan sejak beberapa bulan
lalu ini akhirnya sukses dilaksanakan. Dengan diikuti oleh 42 umat, baik
dari Lingkungan St. Cornelius sendiri maupun luar lingkungan yang ikut
bergabung. Semoga di lain kesempatan peserta yang bergabung akan lebih
banyak dan acara yang dibuat lebih seru lagi.