Seminggu yang lalu saya ke Bandara Soekarno Hatta menggunakan jasa Bis Damri dari pool terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Kebetulan saya duduk di bangku paling depan, tepatnya di belakang supir. Sedikit kaget saya membaca tulisan di kertas yang ditempel di kaca. Kertas itu mejelaskan bahwa terhitung mulai tanggal .... (saya lupa) tarif ke bandara naik dari Rp. 20.000,- menjadi Rp. 25.000,- dari beberapa pool seperti Lebak Bulus, Blok M, Kemayoran, Gambir, Pasar Minggu, dll.

Tetapi ternyata ada fasilitas baru yang diberikan dari pihak Damri, yakni fasilitas Wi-Fi di dalam bus itu sendiri. Wah apakah kenaikan Rp. 5.000,- dialokasikan untuk menambah Wi-Fi? Di twitter malah saya sempat membaca komentar begini, "Di warnet aja internetan sejam Rp. 3.000,-" LOL!

Tidak mau rugi saya ikutan mencoba Wi-Fi bus Damri, ID dan password saya masukkan dan langsung berselancar di internet. Ya, ternyata memang cukup cepat aksesnya. Ya pasti dong paling di bis yang saya naikki hanya beberapa orang dalam hitungan jari yang sedang memakai fasilitas itu juga.

Oya, saya juga mendapat info kalau pool Blok M yang biasanya di belakang Blok M Plaza sekarang pindah ke dalam terminal di koridor 2. Dan semoga saja dengan kenaikkan tarif ini juga dibarengi dengan pelayanan dan ketepatan waktu yang terus meningkat.



Undian grup cabang bulutangkis yang telah dilakukan di Media Center Olympic Park, London menunjukkan bahwa beratnya laga awal yang harus dijalani pebulutangkis Indonesia. Pasalnya, Indonesia tergabung dalam grup yang bisa dibilang tidak mudah. Contohnya saja ganda campuran andalan Indonesia yang diharapkan dapat mendulang emas Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mendapat grup C yang tergabung dengan 3 ganda kuat, ganda Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl asal Denmark, Lee Yong Dae/Ha Jung Eun asal Korea dan ganda asal India Viju D/Jwala Gutta. Walaupun Tontowi/Liliyana unggul dalam head to head dengan ketiga ganda tersebut, tetapi belum bisa dipastikan langkah mereka bisa mulus karena setiap pebulutangkis dari negara manapun pasti akan menampilkan performa terbaik mereka di ajang 4 tahunan ini.



Di sektor ganda putra pun hampir sama, Mohammad Ahsan/Bona Septano tergabung di grup B bersama Koo Sung Hyun/Yoo Yeong Seong asal Korea, Bodin Issara/Maneepong Jongjit asal Thailand dan Adam Cwalina/Michal Logosz asal Polandia. Mengenai peluang Ahsan/Bona di grup B berdasarkan head to head mereka unggul tipis 1-0 dengan Issara/Jongjit maupun Cwalina/Logosz, tetapi mempunyai rekor sangat buruk 0-5 dengan Koo/Yoo yang ditempatkan sebagai unggulan 4 dalam ajang ini. Walaupun begitu saya yakin Ahsan/Bona mampu lolos dari fase grup dan bersaing dengan pebulutangkis dunia lainnya.



Lain hal dengan sektor ganda putri, wakil Indonesia Meiliana Jauhari/Greysia Polii mendapat undian paling beruntung dari sektor lainnya. Masuk grup C mereka tergabung bersama ganda andalan Korea berperingkat 3 dunia Ha Jung Eun/Kim Min Jung dan wakil asal Australia Leanne Choo/Renuga Veeran serta Michelle Edward/Annari Viljoen asal Afrika Selatan. Seperti dilansir dari situs resmi PBSI Meiliana sempat mengatakan, “Meskipun hasil undiannya seperti ini, kami tidak mau lengah. Siapa pun lawan kami, harus tetap diwaspadai”. Ya, memang diatas angin bisa dibilang Meiliana Jauhari/Greysia Polii bakal dengan mudah lolos dari fase grup bersama Ha/Kim, tetapi seharunsya bukan hanya itu saja yang harus dicapai, tapi menjadi juara grup C sehingga terhindar kemungkinan bertemu Wang Xiaoli/Yu Yang di Quarter Final yang diprediksi menjadi juara grup A.


Hasil tidak memuaskan terjadi dalam babak perempat final Piala Thomas-Uber Cup 2012 di Wuhan, China Rabu (23/05) kemarin, Baik Tim Thomas maupun Uber Indonesia harus menelan kekalahan pahit dari Jepang dengan skor yang sama yakni 2-3. Kekalahan ini membuat Thomas-Uber Indonesia harus mengubur mimpinya sekali lagi untuk meraih gelar Thomas dan Uber Cup.

Pada partai pertama, Tim Thomas menurunkan tunggal pertama andalan Indonesia yaitu Simon Santoso. Simon mampu merebut 2 game langsung dengan skor 22-20 dan 21-14 dalam pertandingan melawan Sho Sasaki.

Pada partai kedua, Markis Kido/Hendra Setiawan tidak mampu membendung Noriyasu Hirata/Hirokatsu Hashimoto sehingga kalah 2 game langsung 16-21 dan 18-21. Kekalahan Kido/Hendra mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Taufik Hidayat yang diturunkan pada partai ketiga pun tak mampu memenangi pertandingan melawan Kenichi Tago, Taufik kalah dengan skor 12-21 dan 17-21. Dalam 6 pertemuan, ini adalah kali kedua Taufik dikalahkan oleh Tago. Dalam wawancara, Kenichi sendiri mengatakan bahwa Ia sangat senang dapat mengalahkan idolanya itu.

Dalam posisi tertinggal 1-2, Indonesia mampu menyamakan kedudukan lagi lewat pasangan Mohammad Ahsan/Alvent Chandra. Pasangan yang tidak mempunyai ranking BWF ini memenangi pertandingan melawan Kenichi Hayakawa/Hiroyuki Endo dengan skor 21-17 dan 21-13 dalam waktu 37 menit.

Penentuan pun terjadi di partai terakhir. Indonesia menurunkan tunggal keempat Hayom Rumbaka dan Jepang menurunkan wakilnya Takuma Ueda pemain muda yang berusia 23 tahun. Di atas kertas Hayom memang unggul dari lawannya, Hayom berperingkat 22 dalam daftar peringkat BWF sedangkan Ueda berada di peringkat 38 dunia. Kedua pemain ini pun pernah bertemu di Indonesia Open GPG di Kalimantan tahun lalu, kala itu Hayom menang 21-14, 21-16. Tapi semua berbanding terbalik, Hayom tak mampu menahan Ueda dan kalah 14-21, 16-21.

Tim Thomas Indonesia pada edisi 2012 kali ini memang tidak diunggulkan, tapi dengan kekalahan ini ,Tim Thomas Indonesia mencatat sejarah terburuk sepanjang Thomas Indonesia berpartisipasi dalam ajang 2 tahunan ini. Ini adalah kali pertama Tim Thomas Indonesia tidak lolos ke babak semifinal sejak partisipasi pertama di tahun 1958. Bahkan, dari 23 partisipasi Thomas Indonesia mampu meraih 13 juara dan 5 runner-up dan sisanya terhenti di semifinal.

Tentu masih ingat di benak kita saat Tim Thomas Indonesia mampu masuk final di Thomas Cup 2010, walaupun akhirnya kalah dari China 0-3. Ini adalah pencapaian terburuk sepanjang sejarah Thomas Cup bagi Indonesia. PBSI harus membenahi hal ini dalam semua aspek, baik dari regenerasi pemain, pembinaan maupun aspek-aspek lain yang mendukung. Kita tentunya masih berharap bahwa Thomas dan Uber Cup edisi 2 tahun mendatang mampu direbut kembali oleh pejuang-pejuang Bulutangkis Indonesia, semoga :)


Sekitar pukul 12 malam waktu China (22/05), BWF resmi mengumumkan Drawing Kuarter Final Piala Thomas dan Uber-Cup 2012. Peringkat 1-8 besar ditentukan dengan melihat poin yang diperoleh dari masing-masing negara, unggulan pertama dan kedua dipastikan tidak akan bertemu hingga babak Final karena dipisahkan antara pool atas dan pool bawah. Berikut adalah hasil drawing yang resmi diumumkan BWF.

UBER CUP                                                                     THOMAS CUP

Top Half                                                                            Top Half

China vs Germany                                                           China vs Malaysia
Thailand vs Denmark                                                       Japan vs Indonesia

Bottom Half                                                                       Bottom Half

Korea vs Chinese Taipei                                                   Denmark vs Russia
Indonesia vs Japan                                                           Korea vs Germany